Diskusi komunitas · Kasus gabungan dari beberapa sumber
Biaya perawatan orang tua membuat cicilan tertunda; hasil permohonan restrukturisasi belum diketahui
Seorang peminjam mengatakan pembayaran Januari tertunda ketika orang tuanya berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan perawatan intensif. Total tagihan disebut lebih dari Rp21 juta, dengan Rp5.222.905 jatuh tempo pada periode itu. Dana yang semula disiapkan untuk membayar dialihkan ke biaya rumah sakit. Peminjam meminta restrukturisasi: denda dan bunga dihapus, lalu pokok dibayar dengan cicilan sesuai kemampuan mulai Maret. Ia juga mengatakan sudah melampirkan bukti medis dan membawa keluhan itu ke OJK serta AFPI. Ia mengatakan permohonan keringanan itu masih ditolak dan tekanan penagihan tetap berlanjut meski bukti medis telah dikirim. Menurut peminjam, sebuah email privat dari perusahaan mengakui ada cara penagihan yang tidak sesuai prosedur. Email tersebut tidak tersedia sebagai catatan publik, sehingga pernyataan itu tetap menjadi laporan peminjam. Tiga hari setelah surat itu terbit, PT Sejahtera Sama Kita memberikan tanggapan resmi. Perusahaan menyatakan telah melakukan review internal dan menghubungi pengguna melalui kanal privat untuk klarifikasi serta tindak lanjut. Tanggapan tersebut tidak menyebut bahwa restrukturisasi telah disetujui, penagihan dihentikan, atau akun selesai. Tidak ada pembaruan publik yang menjelaskan hasil akhir permohonan, pembayaran berikutnya, maupun laporan ke OJK dan AFPI.
Lanjutkan pencarian
Ikuti platform atau masalah yang sama untuk menemukan informasi lain yang berguna.
Komentar · 0
Belum ada komentar.