Diskusi komunitas · Kasus gabungan dari beberapa sumber
Skema pembayaran belum disepakati, sementara penagihan disebut menjangkau sekolah anak dan kantor kakak
Seorang peminjam mengatakan sudah menjadi pemegang kartu kredit Bank Mandiri selama lebih dari 15 tahun sebelum tiga kartunya mulai macet pada Juni 2025. Pada Juni 2026, peminjam melaporkan total tagihan Rp152 juta, yang digambarkan sebagai total limit Rp130 juta ditambah bunga dan denda Rp22 juta. Menurut peminjam, pada September 2025 call center pernah menawarkan cicilan Rp2,3 juta per bulan selama lima tahun. Ketika peminjam kembali meminta keringanan pada Mei 2026, opsi yang dilaporkan berbeda: membayar Rp130 juta tunai dalam waktu paling lama dua hari, atau membayar uang muka Rp100 juta lalu Rp5 juta per bulan selama 19 bulan. Peminjam mengatakan tidak mampu memenuhi uang muka tersebut dan tetap berusaha mencari skema yang sesuai kemampuan. Email ke Mandiri Care, menurut sumber, mengarahkan peminjam kembali bernegosiasi dengan pihak debt collector. Di tengah negosiasi yang belum menghasilkan kesepakatan, peminjam menuduh pihak penagihan menelepon sekolah anak, kantor tempat kakak bekerja dan ibu peminjam yang berusia 74 tahun. Ini adalah laporan peminjam. Sumber publik tidak menyediakan rekaman telepon atau bukti independen yang memungkinkan BorrowTalk menetapkan siapa yang melakukan setiap panggilan, bagaimana nomor diperoleh atau apakah tindakan itu melanggar aturan. Bank Mandiri kemudian memberikan tanggapan publik. Bank meminta maaf atas pengalaman yang tidak menyenangkan, mengatakan sudah menjelaskan proses penagihan melalui telepon pada 4 Juni 2026, dan menyatakan penagihan akan tetap dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan sampai ada kesepakatan penyelesaian tagihan. Tanggapan itu tidak mengonfirmasi secara terbuka apakah telepon ke sekolah, tempat kerja kerabat atau ibu peminjam benar terjadi. Tanggapan juga tidak menjelaskan apakah opsi pembayaran berubah atau apakah skema lain tersedia. Dalam balasan berikutnya pada halaman tanggapan, peminjam mengatakan telepon ke sekolah dan instansi tempat kerabat bekerja masih berlanjut. Peminjam juga melaporkan bahwa hubungan keluarga menjauh dan anak menjadi enggan pergi ke sekolah setelah mengalami perundungan. Urutan waktu tersebut tidak cukup untuk membuktikan penyebab tunggal, dan BorrowTalk tidak mengubah laporan itu menjadi kesimpulan hukum atau medis. Posisi cerita saat pembaruan terakhir Bank menyatakan penagihan akan terus berjalan sampai ada kesepakatan penyelesaian. Peminjam masih melaporkan kontak ke pihak ketiga dan belum menunjukkan skema baru, settlement atau hasil akhir pembayaran. Tuduhan tentang cara penagihan serta dampaknya tetap merupakan pengalaman yang dilaporkan peminjam, bukan temuan regulator atau pengadilan.
Lanjutkan pencarian
Ikuti platform atau masalah yang sama untuk menemukan informasi lain yang berguna.
Komentar · 0
Belum ada komentar.