Panduan BorrowTalk · Indonesia
Sudah bayar tepat waktu, tetapi limit tetap tak bisa dipakai: cerita Jago dan OVO
Pengguna Jago tak bisa mencairkan pinjaman lagi setelah melunasi utang lama. Pengguna OVO melihat limit Rp0 dan cemas soal biaya, SLIK, serta penutupan layanan.
Di Jago Dana Cepat, tombol pencairan pinjaman berubah abu-abu bagi seorang pengguna yang mengatakan selalu membayar tepat waktu, bahkan lebih awal. Dalam komentar pada keluhannya, ia menegaskan pinjaman lamanya sudah lunas sejak lama. Justru setelah itu ia tidak bisa memakai fasilitas pencairan dan meminta Bank Jago menjelaskan alasannya.
Pengguna OVO PayLater menghadapi kebingungan lain. Ia juga mengatakan selalu membayar tepat waktu, tetapi limitnya turun menjadi Rp1. Setelah meminta layanan ditutup dan mengirim dokumen yang diminta, ia menerima email pada 24 November 2025 yang menyebut limit Rp0 dan biaya layanan Rp7.500. Ia belum memeriksa SLIK; kekhawatirannya adalah apa arti limit dan email itu bagi biaya, catatan kredit, serta permintaan penutupan yang belum mendapat kepastian.
Jawaban kedua perusahaan memperlihatkan mengapa “sudah bayar” tidak bisa dipakai sebagai jawaban untuk semua pertanyaan itu. Bank Jago menyatakan telah menghubungi pengguna dan menangani keluhannya. Namun, menurut bank, akun tersebut masih belum dapat mencairkan pinjaman baru karena evaluasi internal menunjukkan batas yang disarankan atau aman telah terlewati. Itu penjelasan Bank Jago tentang akun ini, bukan aturan yang berlaku untuk setiap nasabah yang melunasi pinjaman. Di halaman keluhan dan tanggapannya, tidak ada kabar lanjutan dari peminjam bahwa tombol pencairan kembali aktif.
OVO Finansial menjawab sisi yang berbeda. Untuk akun yang dikeluhkan, perusahaan menyatakan limit Rp0 berarti pengguna tidak dapat bertransaksi dan tidak akan dibebani biaya; keterangan Rp7.500 dalam email dapat diabaikan. OVO juga menyatakan pemeriksaan internalnya tidak menemukan tunggakan dan tidak ada dampak negatif pada status SLIK pengguna tersebut. Namun, pengguna sendiri menyebut belum mengecek SLIK, dan BorrowTalk tidak memeriksa iDeb atau SLIK secara independen.
Ada satu urusan OVO yang belum selesai dalam tanggapan itu: perusahaan mengatakan dokumen penutupan sudah diterima, tetapi verifikasi tertunda karena belum berhasil menghubungi pengguna. Jadi, email tentang limit Rp0 bukan bukti biaya benar-benar ditagih, dan dokumen yang diterima bukan bukti layanan sudah ditutup.
Jika dua cerita ini dibaca bersama, ada lima keadaan yang mudah tercampur: utang lama telah dibayar, kelayakan untuk kredit atau pencairan baru, limit yang masih tersedia, status penutupan layanan, dan status SLIK. Selesainya satu keadaan tidak membuktikan empat lainnya ikut selesai. Peminjam Jago belum mengabarkan bahwa ia bisa mencairkan lagi; OVO belum menyatakan penutupan layanannya selesai. Itu dua batas yang berbeda, bukan satu kesimpulan umum tentang semua limit kredit setelah pembayaran.