Panduan BorrowTalk · Indonesia

Pinjaman baru lunasi utang lama, hari ke-30 masih kurang

Simulasi BorrowTalk membandingkan dua jadwal 30 hari: pinjaman lama bisa terbayar, sedangkan pinjaman baru menyisakan kekurangan Rp100.000 dan kewajiban hari ke-45.

Simulasi BorrowTalk, bukan pengalaman peminjam nyata. Angka di bawah adalah asumsi untuk melihat arus kas 30 hari ketika pinjaman baru dipakai melunasi pinjaman lama. Ini bukan tarif produk atau hasil yang pernah dialami seseorang.

Kas tersedia pada hari ke-0: Rp1.600.000. Setelah kebutuhan pokok, ada pemasukan yang bisa dipakai Rp200.000 pada hari ke-15 dan Rp200.000 pada hari ke-25. Sisa pinjaman lama Rp1.800.000, dengan dua kewajiban: Rp900.000 pada hari ke-5 dan Rp900.000 pada hari ke-20. Tidak ada pemasukan lain dalam contoh ini.

Jika jadwal pinjaman lama dipertahankan

Pada hari ke-5, kas turun dari Rp1.600.000 menjadi Rp700.000 setelah pembayaran Rp900.000. Pemasukan hari ke-15 menaikkannya menjadi Rp900.000. Pembayaran kedua pada hari ke-20 menyisakan Rp0; pemasukan hari ke-25 membuat kas hari ke-30 menjadi Rp200.000. Dengan kedua pembayaran itu benar-benar dilakukan, kewajiban pinjaman lama tersisa Rp0. Tidak ada keterlambatan dalam jalur asumsi ini.

Jika pinjaman baru langsung menutup pinjaman lama

Asumsikan pinjaman baru bernilai bruto Rp1.900.000, dengan potongan awal Rp100.000. Dana bersih yang diterima hanya Rp1.800.000 dan seluruhnya dipakai pada hari ke-0 untuk melunasi pinjaman lama. Uang itu tidak dihitung lagi sebagai pendapatan; kas awal tetap Rp1.600.000 dan kewajiban lama tidak dihitung dua kali.

Jadwal pinjaman baru dalam simulasi ini adalah Rp2.100.000 pada hari ke-30 dan Rp200.000 pada hari ke-45. Dua pemasukan sesudah kebutuhan pokok membuat kas sebelum jatuh tempo hari ke-30 menjadi Rp2.000.000. Jadi masih kurang Rp100.000 untuk membayar Rp2.100.000 tepat waktu. Angka minus itu adalah kebutuhan dana, bukan klaim bahwa cicilan sudah terbayar.

Jika kekurangan Rp100.000 ditutup dari sumber lain dan pembayaran hari ke-30 benar-benar dilakukan, kas hari itu menjadi Rp0, tetapi Rp200.000 masih jatuh tempo pada hari ke-45. Jika tidak ada dana tambahan, pembayaran Rp2.100.000 belum terpenuhi; simulasi ini tidak menganggap keterlambatan tanpa biaya. Besar biaya atau akibat berikutnya tidak diketahui karena tidak diasumsikan.

Total pembayaran terjadwal pinjaman baru Rp2.300.000, yaitu Rp500.000 lebih besar daripada dana bersih Rp1.800.000 yang dipakai menutup utang lama. Selisih itu sudah mencakup potongan awal Rp100.000; potongan tersebut tidak ditambahkan lagi sebagai biaya kedua. Dibanding jadwal lama, pinjaman baru menggeser tekanan dari hari ke-5 dan ke-20 ke hari ke-30, tetapi dalam contoh ini justru meninggalkan kekurangan Rp100.000 pada hari ke-30 dan kewajiban Rp200.000 sesudahnya.

Inilah yang perlu terlihat ketika orang menyebut “gali lubang tutup lubang”: tanggal bisa bergeser tanpa membuat kewajiban hilang. Hasilnya akan berbeda bila pemasukan, potongan, atau jadwal pembayaran berbeda. Gunakan angka dalam perjanjian dan biaya keterlambatan yang benar-benar berlaku untuk menghitung keadaan sendiri.