Panduan BorrowTalk · Indonesia

Cicilan Pertama Hampir Sebesar Pokok. Apa yang Disorot OJK soal Tadpole?

Seorang peminjam melaporkan cicilan pertama nyaris sebesar pokok. Komentar OJK pada Oktober 2026 menjelaskan mengapa struktur pembayaran dan kemampuan membayar perlu dibaca bersama, sementara hasil sengketa peminjam tersebut belum diketahui.

Tenornya 150 hari. Tetapi cicilan pertama jatuh tempo hanya 15 hari setelah dana cair.

Itulah jadwal yang dilaporkan seorang pengguna PinjamDuit dalam pengaduan publik yang sebelumnya ditelaah BorrowTalk. Ia mengambil pinjaman Rp40 juta dan mengatakan cicilan pertamanya hampir menyamai jumlah pokok yang dipinjam.

Ketika omzet usahanya turun, ia meminta agar pembayaran diubah menjadi cicilan tetap yang lebih sesuai dengan kondisi keuangannya. Menurut penuturannya, permintaan itu tidak mudah diproses. Catatan publik yang tersedia belum menunjukkan adanya jadwal baru yang akhirnya disetujui.

Cerita tersebut terjadi sebelum OJK kembali menyoroti skema tadpole di industri pinjaman daring pada Oktober 2026.

OJK menyoroti struktur pembayaran, bukan hanya tenor

Dalam keterangan tertulis OJK yang diberitakan Bisnis.com pada 9 Oktober dan KONTAN pada 12 Oktober 2026, Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, membahas skema tadpole dan pinjaman dengan tenor sangat pendek.

Pada skema yang disebut tadpole atau kecebong, kewajiban pembayaran lebih besar di awal dan mengecil pada periode berikutnya.

OJK menekankan perlunya informasi yang jelas mengenai seluruh kewajiban peminjam. Struktur pembayaran juga perlu memperhatikan kemampuan membayar dan ketentuan mengenai manfaat ekonomi pendanaan.

Ada satu bagian penting dari penjelasan tersebut: tenor 14 hari tidak otomatis membuat sebuah pinjaman tergolong skema tadpole. Dalam pengawasannya, OJK menilai karakteristik dan mekanisme pendanaan secara keseluruhan.

Penjelasan ini juga belum merupakan keputusan OJK yang menyatakan kontrak PinjamDuit dalam pengaduan tadi melanggar aturan. Kedua informasi tersebut memiliki konteks yang berbeda.

Tenor 150 hari tidak berarti cicilan pertama baru dibayar pada hari ke-150

Di sinilah pengalaman peminjam tadi memberi gambaran yang lebih konkret.

Masa pinjamannya memang 150 hari. Namun, menurut laporannya, pembayaran pertama sudah dijadwalkan 15 hari setelah pencairan. Saat penghasilan usaha menurun, kewajiban pada tahap awal menjadi sulit dipenuhi, meskipun masa pinjaman secara keseluruhan masih panjang.

Bagi orang yang sedang mempertimbangkan pinjaman serupa, tanggal pembayaran pertama bisa lebih menentukan daripada angka tenor pada halaman penawaran.

Ada beberapa angka yang perlu dibaca bersama: dana bersih yang masuk rekening, pembayaran yang jatuh tempo paling awal, kewajiban pada tanggal-tanggal berikutnya, dan jumlah keseluruhan yang harus dilunasi.

Biaya juga perlu diperiksa. SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2025 mengatur cakupan manfaat ekonomi pendanaan, termasuk imbal hasil serta biaya administrasi dan biaya tertentu lainnya, dengan pengecualian yang diatur tersendiri.

Seseorang bisa mengetahui total tagihannya, tetapi tetap kesulitan membayar apabila sebagian besar kewajiban muncul sebelum pemasukan berikutnya tersedia.

Setelah jadwal disepakati, persoalannya bisa berbeda

Bagi peminjam yang sudah menerima dana, membaca berita OJK saja tidak mengubah tanggal jatuh tempo atau menghapus kewajiban dalam perjanjian.

Jika jadwal yang ditampilkan aplikasi berbeda dari penawaran awal atau dokumen perjanjian, simpan bukti masing-masing dan minta penjelasan tertulis dari penyelenggara.

Jika persoalannya adalah kemampuan membayar, permintaan perubahan jadwal sebaiknya dicatat secara tertulis, termasuk jawaban perusahaan dan pilihan yang benar-benar ditawarkan. Tidak setiap permintaan restrukturisasi akan disetujui.

Dalam kasus PinjamDuit yang pernah didokumentasikan BorrowTalk, peminjam menginginkan cicilan yang lebih rata, tetapi hasil akhirnya belum terkonfirmasi.

Sementara itu, komentar OJK pada Oktober memperjelas hal yang perlu diperiksa dalam sebuah penawaran: apakah seluruh struktur pembayaran sudah dijelaskan dengan cukup terang, dan apakah jadwalnya sesuai dengan kemampuan membayar.

Bagi peminjam, angka tenor baru menceritakan berapa lama pinjaman berlangsung. Jadwal cicilan menunjukkan kapan uang benar-benar harus tersedia.