Panduan BorrowTalk · Indonesia
Kredivo: Telat 10 Hari, Mengapa Muncul Cicilan ke-7?
Pengguna Kredivo mengaku telat 10 hari, lalu muncul cicilan ke-7 sekitar Rp1,2 juta. Angka tagihan, aturan promo, dan respons perusahaan belum menjelaskan perhitungan akun secara publik.
Seorang pengguna Kredivo mengatakan cicilannya jatuh tempo tanggal 2, tetapi baru dibayar tanggal 12. Dalam keluhan pada 30 September 2026, ia menyebut tagihan semula Rp1.174.850 dan pembayaran Rp1.315.840. Menurut pengguna itu, promo pada transaksinya dibatalkan dan muncul cicilan ke-7 sekitar Rp1,2 juta. Saat ingin melunasi lebih awal, aplikasi disebut masih menampilkan Rp2.349.700.
Ada dua angka yang perlu dibaca terpisah. Selisih pembayaran dengan tagihan awal adalah Rp140.990, tetapi belum ada rincian publik yang membuktikan seluruh selisih itu merupakan denda. Sementara itu, Rp2.349.700 persis dua kali tagihan awal Rp1.174.850. Kesamaan angka tersebut menarik untuk ditanyakan, tetapi belum membuktikan bagaimana Kredivo menghitung pelunasan awal.
Cicilan tambahan bisa berkaitan dengan promo yang batal
Dalam salah satu ketentuan promo 0% yang berlaku pada 2026, Kredivo menjelaskan bahwa keterlambatan dapat menambah satu bulan cicilan untuk tenor enam atau sembilan bulan, atau dua bulan untuk tenor 12 bulan, disertai bunga dan biaya keterlambatan sesuai ketentuan. Jadi, cicilan tambahan akibat hilangnya manfaat promo dan biaya keterlambatan memang dapat menjadi dua komponen yang berbeda.
Namun, ketentuan promo itu hanya contoh mekanisme yang dipublikasikan Kredivo. Tidak ada bukti yang menunjukkan voucher tersebut adalah voucher yang dipakai pengadu, kapan transaksi dibuat, atau berapa bunga normal yang disepakati. Tambahan tenor ke-7 dalam keluhan juga tidak cukup untuk memastikan jenis promonya atau menilai apakah Rp1,2 juta sudah tepat.
Perusahaan menjawab soal keringanan, bukan rincian angka di ruang publik
Pada 9 Oktober, Kredivo menyampaikan bahwa upaya menghubungi pengguna melalui nomor terdaftar belum berhasil dan informasi mengenai keluhan telah dikirim lewat email. Perusahaan mengatakan permohonan keringanan belum bisa diproses lebih lanjut serta menyarankan pembayaran sesuai tagihan di aplikasi.
Jawaban itu tidak memuat perincian perhitungan yang bisa dilihat publik. Ini tidak berarti Kredivo belum pernah memberikan penjelasan secara pribadi; isi emailnya memang tidak tersedia dalam sumber terbuka.
Agar angka-angka tersebut bisa diperiksa, dibutuhkan ketentuan promo pada tanggal transaksi, jadwal cicilan awal dan sesudah perubahan, serta pemisahan biaya keterlambatan dari bunga atau manfaat promo yang dibatalkan. Tanpa itu, BT belum bisa menyebut cicilan ke-7 sebagai penalti yang pasti keliru ataupun biaya yang sudah terbukti benar. Yang tersisa adalah pertanyaan konkret: bagaimana Rp1.174.850, tambahan sekitar Rp1,2 juta, dan pelunasan Rp2.349.700 saling terhubung dalam akun ini?